BEBERAPA dari kita mungkin tak menyadarinya. Betapa media sosial akhir-akhir ini sudah nambah-nambahi hukuman pada tiap-tiap manusia.

Maksudnya? Ya terkadang kita (termasuk saya) menghakimi seseorang hanya dengan potongan-potongan video yang tak dilihat utuh. Menuliskan kata-kata tak pantas untuk seseorang yang sungguh tak kita kenal kesehariannya.

Bagaimana bisa kita menghukum seseorang dengan sebutan tak beradab, tak manusiawi, koruptor, pengkhianat, bajiangan dan sebagainya. Hanya dari sepenggal postingan di facebook.

Contohnya postingan begini!

“Yakin saja, karma akan sampai padamu.”

Lalu di kolom komentar berpuluh-puluh tanggapan;

“Ada apa jeng?” Dibalas “Inbox ya say.”

“Cerita dong.” Dibalas “Besok kita cerita-cerita ya.”

“Ada apa bos. Ngopi dulu kita.” Dibalas “Oke tempat biasa.”

Bahkan tak segan-segan ada yang langsung menceritakannya di kolom komentar.

Sambutannya;

“Ya Allah, jahat sekali dia.”

“Ckckckck harus dibalas. Jangan dibiarkan!”

Kebiasaan ber-media sosial begini berbahaya. Hanya mendengar sepihak lalu memberikan “hukuman.”

Minimnya kemauan mencari informasi pembanding sepertinya sudah melekat pada diri kita. Padahal ini penting, agar kita tak terjebak pada suudzonisme.

Jika pun informasi telah didapat dan nyata orang diduga melakukan kesalahan, pun kita enggan memposisikan diri pada sisi mereka. Sekali lagi, kita hanya bisa menghakimi.

Sementara hakim saja belum mengetuk palu. Kita seringkali sudah nambah-nambahi hukuman.

Sepantasnyalah kita menunggu putusan pengadilan.

Lalu apa setelah keputusan hakim ada kita boleh menghakimi seenaknya?

Terkadang kita begitu.

Ketika berita sampai di media sosial. Seluruh sumpah serapah dan isi kebun binatang pun kadang keluar.

Media sosial benar-benar menjadi sarang “hakim-hakim” dadakan. Tanpa sumpah, kita melontarkan serapah makian.

Media sosial akan menjadi momok menakutkan jika kita tak bijak menggunakannya.

Media sosial akan menjadi penolong, media sosial akan menjadi sumber inspirasi, menjadi penambah saudara, teman dan rezeki.

Selamat hari Minggu kisanak. Apa sampeyan tertarik mencari rezeki di facebook dan instagram? Besok saya posting cara copywriting iklan agar menarik.