Mau punya rumah, tidak terlalu besar, yang penting halamannya luas, lega dan lapang
Seluas hatiku, selega perasaanku, selapang ruahnya namamu di benak dan mataku

Mau punya rumah, yang sedikit ruang, hanya untuk yang perlu-perlu saja
Sepertiku menyekat-nyekat hati, untuk yang perlu-perlu saja
Sepertiku membelah hidupku, untukmu

Aku ingin rumah
Rumah yang menjadi tambatan penat dan senyum
Menopang periuk atas untaian keindahan masa bersamamu sedari dulu

Rumah di atas bukit, yang mengukir auraku, sebagai air terjun murni
Sebuah rumah, yang dindingnya berhiaskan kelebatan-kelebatan senyum manismu

Tempat sejuk berplafon awan, berlantai dinginnya tanah
Bertahtakan hijaunya rumput, mengalir air di sekelilingnya

Menikmati senja, menyelami harapan yang jauh membawaku, menghampirimu, jodoh

Sukabumi, 12 Januari 2014