COBA DENGAR CUPLIKAN LAGU INI.

 

YAP! Cuplikan lagu itu bercerita tentang indahnya Pantai Pandan Wangi di Kabupaten Mukomuko.

Lion Air Group melalui Wings Air di penghujung tahun 2018 ini membuka beberapa rute penerbangan baru. Salah satunya rute penerbangan dari Bandara Fatmawati Bengkulu menuju Bandara Mukomuko di Kabupaten Mukomuko.

Waktu tempuh untuk menuju Kabupaten Mukomuko dari Kota Bengkulu, jika menggunakan jalur darat, membutuhkan waktu 6 hingga 7 jam.

Sementara, arus kebutuhan warga dari kabupaten ini cukup tinggi. Kini, dengan hadirnya Wings Air, yang melayani penerbangan dari Kota Bengkulu menuju Mukomuko dan sebaliknya, akan memangkas waktu perjalanan darat menjadi 5 hingga 6 jam. Bahkan, dengan jumlah seat penumpang yang mencapai 72 orang, kalau hanya untuk meminang pujaan hati yang berada di Kabupaten Mukomuko, sudah bisa membawa keluarga besar tanpa memakan waktu panjang.

Pesawat jenis ATR 72-600 yang melayani rute Bandara Fatmawati menuju Bandara Mukomuko.

Apalagi, harga tiket yang dipatok per seat dimulai dengan harga Rp 300 ribu. Sangat terjangkau.

Kamis, 25 Oktober 2018 adalah penerbangan perdana Wings Air.

Setelah sebelumya dihubungi untuk membantu menyebarkan informasi rute baru ini, rasanya excited sekali ketika dihubungi oleh Corporate Communication Lion Air Group, menjadi salah satu bloger yang dipilih untuk ikut mencoba penerbangan perdana ini.

Setelah menyanggupi, kami janjian dengan Tim Corporate Communication Lion Air Group bertemu Kamis pagi di Bandara Fatmawati Bengkulu.

Agak ribet memang, pagi-pagi sekali, harus meluncur dari Arga Makmur menuju Kota Bengkulu, sebenarnya ini juga karena ada kegiatan lain yang sebelumnya memang sudah ingin diikuti juga di Hotel Horizon.

Sekitar pukul 09.25 WIB, saya dan Kak Desmon dari jelajahhutan.com, serta Mbak Komi dari komikendy.com pun meluncur ke Bandara Fatmawati.

Setibanya di sana, perasaan masih hepi-hepi saja. Masih ngobrol dengan riang. Apalagi semua dokumen kebutuhan penerbangan sudah disiapkan, jadi merasa santai.

Namun setelah boardingpass dan mulai meninggalkan ruang tunggu, dalam perjalanan untuk naik ke pesawat, ada perasaan was-was.

Pesawat yang akan kami naiki ini berjenis ATR 72-600, Special Livery dengan kode penerbangan PK-WHV. Sebutan Special Livery ini sendiri merupakan penamaan untuk kelipatan 10 pengadaan pesawat oleh Maskapai Lion Air Group. Dan kali ini, Special Livery 70, artinya pesawat jenis ATR 72-600 yang merupakan pesawat ke 70 yang dimiliki oleh Wings Air sebagai anak perusahaan Lion Air Group.

Cemasnya, karena ATR 72-600 dikenal sebagai pesawat baling-baling (propeller) ini mungkin karena belum pernah menaiki pesawat jenis seperti ini.

Begitu masuk, kami disuguhkan dengan interior pesawat yang menurut saya mewah untuk kelas ekonomi.

Dengan harga tiket dimulai dari Rp 300 ribu, kabin pesawat jenis ini sangat rapi.

Dalam keberangkatan ke Bandara Mukomuko ini, saya menempati seat 16A.

Posisi duduk lumayan lega, untuk saya dengan tinggi 168 CM, jarak antara dengkul dengan kursi yang ada di depan kita masih menyisakan sekitar 10 cm. Tak hanya itu, jika kita membawa makanan ringan atau untuk sekedar membaca buku dan majalah, pada bagian belakang kursi di depan kita terdapat meja lipat yang bisa dibuka pengaitnya ketika kita membutuhkannya.

Interior kabin ATR 72-600, mewah di kelasnya.

Berjalan dari ruang tunggu menuju pesawat tadi cuaca sangat panas, namun AC di kabin pesawat terasa cukup dingin dan mampu mengeringkan keringat yang mulai bercucuran.

Tak lama duduk, pesawat mulai bergerak menuju ujung landasan untuk mengambil ancang-ancang take off, di sini rasa cemas bertambah. Apalagi ketika takeoff dan satu menit setelah lepas landas, perasaan tak menentu.

Namun, setelah itu saya tak merasakan adanya guncangan, atau hal-hal yang bisa menambah rasa was-was. Alhasil, saya merasa pesawat ini nyaman dan aman. Tidak ada lagi keraguan, apalagi sepanjang 20 menit tak merasakan adanya guncangan.

Hanya memang suara mesin baling-baling terdengar hingga ke kabin, tapi ini masih dalam batas kewajaran.

Setelah mengikuti kegiatan seremoni peresmian pembukaan rute penerbangan Bandara Fatmawati – Bandara Mukomuko, kami pun bertolak kembali ke Bengkulu.

Awalnya saya mendapat tempat duduk di seat 7A. Namun saat menuju tempat ini, pramugari pesawat. Ohya saya belum cerita, penerbangan ini juga ada pramugari yang siap memberikan pelayanan penerbangan pada penumpang.

Nah ketika menuju seat, pramugari meminta saya untuk duduk saja di kursi terdepan. Dan berdampingan dengan salah satu tenaga operasional Lion Air. Saya banyak bertanya tentang pesawat ini, mulai dari bahan bakar yang dihabiskan, hingga dijelaskan soal penempatan cargo barang pada tipe pesawat ini yang tidak berada di lantai bawah lazimnya pesawat besar, namun terletak dalam ruang di antara ruang penumpang dan ruang pilot.

Sepanjang perjalanan kembali ke Bengkulu, sudah tidak ada lagi rasa cemas, ragu-ragu atau was-was lagi terhadap pesawat ini. Saya merasa nyaman dan aman. Apalagi penerbangan dari Bengkulu ke Mukomuko dan sebaliknya hanya ditempuh dalam waktu 35 menit saja.

 

By the way, sebelum naik pesawat saya sempat bertanya pada Corporate Communication Lion Air, tentang tipe dan kenapa pesawat ini digunakan?

Menurutnya, ATR 72-600 adalah pesawat baling-baling (propeller) yang modern dan canggih di kelasnya, antara lain menggunakan teknologi avionik terbaru serta fitur “synthetics runway visions” yaitu sistem yang mampu memberikan bantuan visualisasi runway saat mendarat. Selain itu memberikan keuntungan karena ramah lingkungan (emisi rendah), bahan bakar lebih hemat dengan efisiensi biaya perawatan.

Dengan armada ini, Wings Air akan menyesuaikan permintaan pasar dan pelanggan dengan didasarkan jarak rute penerbangan, tingkat isian penumpang, memperkuat layanan rute yang sudah ada, rencana pengembangan atau pembukaan rute baru, frekuensi terbang per hari serta operasional bandar udara, khususnya setingkat kabupaten.

Pesawat ini didesain mampu lepas landas dan mendarat di panjang runway kurang dari 1.600 meter. ATR 72500/ 600 milik Wings Air berfungsi untuk operasional waktu tempuh hanya berkisar 60 menit atau melayani penerbangan point to point pada rute jarak dekat dengan tarif tiket terjangkau, sehingga memberikan alternatif terbaru dalam melakukan perjalanan antardestinasi yang lebih cepat bagi travelers.

 

Wings Air sangat bangga mengoperasikan armada tersebut sebagai bagian dari kesungguhan untuk menyediakan pelayanan terbaik, menambahkan tingkat kenyamanan pelanggan.

Wings Air mengharapkan, pesawat ATR akan semakin menjadikan pengalaman perjalanan wisatawan dan pebisnis lebih berkesan, karena bisa bepergian menggunakan ATR 72-500 atau ATR 72-600, pesawat turboprop berkapasitas 72 penumpang dalam kelas ekonomi.

Sensasi penerbangan antara lain pintu untuk penumpang hanya satu diletakkan di bagian belakang pesawat sebelah kiri dan pintu kargo terletak di depan sebelah kiri. ATR 72-600 dibekali interior yang dirancang lebih futuristik, sehingga menawarkan layanan terbaik bagi setiap travelers, di antaranya dapat bersantai ketika di kabin, bisa bekerja atau hanya menikmati perjalanan dengan melihat pemandangan karena pesawat mampu terbang dengan rendah.

Wings Air optimis, pengoperasian pesawat jenis ATR diharapkan akan lebih menarik minat wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) untuk plesiran ke berbagai tujuan wisata serta pusat pertumbuhan bisnis baru. Dengan demikian Wings Air semakin mudah menghantarkan momen traveling era kekinian.

Wings Air dengan ATR 72 berperan sebagai feeder (penghubung) penumpang dan distribusi barang. Para wisatawan ditawarkan kemudahan layanan jaringan penerbangan yang saling terhubung (connecting flight) dengan Lion Air (kode penerbangan JT), Batik Air (kode penerbangan ID), Malindo Air (kode penerbangan OD) dan Thai Lion Air (kode penerbangan SL) member of Lion Air Group.

Upaya Wings Air tersebut dalam mendukung program pemerintah untuk mendatangkan turis dan membantu percepatan ekonomi daerah sejalan dengan pembukaan bandar udara baru di daerah, sebagai salah satu gerbang wisata.

Hingga kini, Wings Air telah terbang ke 117 destinasi dalam dan luar negeri. Untuk jaringan regional, sudah melayani ke Kuching, Malaka di Malaysia. Wings Air memiliki frekuensi yang mencapai lebih dari 350 penerbangan perhari dengan didukung 61 pesawat ATR 72-500/ 600. (**)

Bagaimana Kisanak? Siap berjualan atau berwisata ke Mukomuko? Atau… mau meminang gadis Mukomuko? Wings Air patut untuk dipertimbangkan.