PROVINSI Bengkulu yang terletak di pantai barat daya pulau Sumatera masih menghadapi banyak tantangan dalam meningkatkan perekonomian lokalnya. Tahun lalu, provinsi yang dihuni bermacam-macam suku ini disebut sebagai provinsi termiskin kedua di Sumatera dan, di tahun 2016, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan survei yang menunjukkan indeks inklusi keuangan Bengkulu, di angka 27,64%, masih di bawah rata-rata nasional sebesar 29,66%.

Namun, semua hal tersebut tidak menyurutkan semangat masyarakat Bengkulu untuk memperluas pengetahuan mereka tentang industri jasa keuangan dan berbagai peluang di dalamnya yang dapat membantu mereka memperoleh pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Chief Commercial Officer Mekar, Randy Gunadi, menjawab pertanyaan saat diskusi berlangsung.

Lebih dari 100 orang warga Bengkulu mengikuti diskusi yang diadakan baru-baru ini yang membahas bagaimana fintech dapat meningkatkan inklusi keuangan.

Diskusi dengan tema yang sangat menarik ini diadakan oleh Mekar (PT Mekar Investama Sampoerna), sebuah platform fintech terkemuka yang menawarkan peluang investasi pinjaman peer to peer.

Acara yang diadakan di hotel Santika Bengkulu pada tanggal 29 Agustus 2018 yang lalu ini merupakan bagian dari upaya Mekar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan peran penting perusahaan fintech yang bergerak di sektor pinjaman peer to peer seperti Mekar dalam meningkatkan akses layanan keuangan bagi masyarakat di Indonesia yang masih tergolong unbanked atau tidak terjangkau oleh layanan bank. Sebagai bagian dari acara tersebut, spesialis SEO dan Growth Hacking Mekar turut hadir dan menyuguhkan sesi coaching clinic untuk mengupas berbagai tips pertumbuhan bisnis yang cepat dan cara memanfaatkan media sosial.

Tak hanya pinjaman peer to peer, Mekar pun menawarkan peluang investasi untuk anda.