“Kamu kapan mau berhenti merokok?”

“Sampai aku benar-benar tak membutuhkannya, Mas,”

“Memangnya kamu tahu kapan tak lagi membutuhkannya? Atau sudah terbiasa nyandu dan melepasnya begitu saja?”

“Pertanyaanmu menuduhku seolah-olah terbiasa main-main dengan laki-laki. Aku tahu kok, nanti ketika ada yang memelukku erat dan tak lagi melepaskannya,”

“Sampai laki-laki itu datang, jangan-jangan suaramu sudah jelek,”

“Ah biar saja, bukankah suaraku memang tak bagus-bagus amat, Mas?”

“Suara kamu bagus, aku suka. Kenapa kamu tak memintaku saja untuk memelukmu?”

“Hahahahah….” tawamu pecah malam itu, Key.

Seluruh mata di Aquanos mendadak tertuju melihatmu. Kamu yang biasanya cuek mendadak menutup mulut dan mengikik perlahan.

“Mana mau kamu sama aku, Mas. Lelaki seperti kamu ini pasti jadi rebutan, punya mantan banyak, dan punya pilihan yang lebih baik,” katamu.

“Dari mana kamu tahu aku punya mantan banyak? Wong pacaran saja baru sekali,”

“Kamu loh pandai merangkai kata, caramu memperlakukan perempuan juga berbeda, pekerjaan yang mapan, apa lagi? Mmmm.. Perempuan nggak butuh wajah yang cakep-cakep banget, Mas,” penjelasanmu seolah-olah sedang membuat kesimpulan atas diriku.

Padahal aku ndeso dan sepanjang sering duduk ngopi di caffe tak pernah membawa teman perempuan spesial kecuali bertemu dengan seseorang dalam urusan pekerjaan. Di luar juga begitu.

Apalagi, suasana Kota Malang sudah cukup membuatku tenang.

“Key,”

“Ya,”

“Aku serius soal tadi,”

“Yang mana?”

“Kenapa kamu tak memintaku?”

“Aku perempuan, Mas,”

“Bagaimana kalau aku yang meminta?”

Kamu diam saja ketika itu, malah klepas-klepus menghembuskan asap rokok yang sebenarnya membuatku terganggu. Aku sendiri sedang menerka-nerka apa yang tadi kulakukan. Apa begini yang namanya nembak?

Sontoloyo!

“Kamu mau janji, Mas?”

Tiba-tiba suaramu membuyarkan pikiranku sendiri. Lalu mematikan rokok yang terselip di sela jemarimu.

“Berjanjilah tak melepas genggaman. Jangan sesekali menyembunyikan apa pun dariku. Kamu juga harus janji, jadi malam, jadi siang, jadi pagi, dan jadi senjaku,”

“Apa artinya permintaanku diterima?” tanyaku.

“Aku mau nyanyi buat kamu, Mas,”

Tanpa menjawab pertanyaan terakhirku, kamu langsung beranjak ke altar kecil tempat para pengisi live music di Aquanos berakustik.

Dan perlahan, merdu terdengar “To Make You Feel My Love”


I know you haven’t made your mind up yet,
But I will never do you wrong.
I’ve known it from the moment that we met,
No doubt in my mind where you belong.


Ah! Vinna Gracia ini mengingatkanku padamu, Key.

Kisanak, apa engkau punya kenangan? Berceritalah.

LA AQUANOS CAFE MALANG
Jln. Soekarno Hatta 18A Malang
Open Daily 17:00-01:00 WIB
“mampirlah, mungkin kisanak akan punya kenangan”