PERTAMA kali mengenal internet tahun 2001, lalu di tahun 2003 mulai belajar ngeblog. Waktu itu mendaftar di blogspot.

Saya bingung mau menulis apa, padahal catatan-catatan puisi, sajak-sajak lebay punya banyak sekali. Semuanya terangkum dalam lembar-lembar binder yang sering ditenteng ketika kuliah.

Padahal, menulis adalah salah satu hobi sejak dulu, tapi saya tidak tahu, ketika dihadapkan pada papan ketik, semuanya menjadi kabur, lalu saya bingung, apa yang akan saya tulis?

Seringkali (mungkin anda pernah mengalaminya) kita merasa takut jika nanti tulisan tak enak dibaca, tulisan tak tepat tanda bacanya, tulisa berantakan kosakatanya, tulisan lebay dan malah bikin orang muntah.

Malu, takut, lalu pencet logout dan rencana menulis pun batal.

Esoknya login lagi, sudah mau menulis lagi dan logout.

Hingga pada suatu waktu, saya membaca sebuah tweet dari pesohor televisi, dia banyak mengajarkan tanda baca melalui akun twitternya dan memposting sebuah motivasi yang menurut saya menguatkan untuk menulis.

Katanya; “Jangan takut menulis apa pun itu. Sebab, hanya dengan begitu kita akan belajar dan terasah. Jika tak berani memulai, lalu kapan belajar?”

Kata-kata inilah yang membuatku akhirnya membuat lagi sebuah blog di webnode. Singkatnya, ada beberapa cerpen yang tak sempat terbackup di laptop, akhirnya hilang seiring dihapusnya akun webnode. Ini karena terlalu lama tak saya buka lagi.

Kemudian saya membuka lagi blog di weebly, ada hal-hal kecil yang terlintas, saya catat di sana. Tapi mungkin itu nelum memuaskan hasrat menulis.

Saya ingin menghasilkan buku. Ini keinginan yang berlebihan, hingga saya akhirnya memutuskan untuk membuat blog ini saja.

Pernah membaca quotes Pramoedya Ananta Toer? “Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” (eMKa)